JAKARTA,
(26/11/21) – Acara bertajuk “Puncak
Perayaan Hari Puisi Indonesia 2021’ yang dihadiri oleh narasumber yang bernama
Ewith Bahar yang merupakan sastrawati berkebangsaan Indonesia. Namanya di kenal
melalui sejumlah karyanya dalam bentuk novel, cerita pendek, dan puisi yang di
publikasikan di ssejumlah surat kabar. Ewith Bahar menjelaskan apa itu puisi "Impromptu
Terzina" merupakan judul puisi yang diciptakan menggunakan bahasa perancis
oleh Ewith Bahar. Judul tersebut sengaja dibuat oleh penulis, guna untuk
menyampaikan informasi baru kepada masyarakat dan dapat menstimulasi cara kerja
otak pembaca. Puisi ini dipersembahkan di acara "Perayaan Hari Puisi
Indonesia 2021" yang diselenggarakan di Teater kecil Taman Ismail Marzuki,
Cikini, Jakarta Pusat (26/11/21). Acara ini diadakan secara luring (Teater
kecil TIM) serta daring melalui live youtube via zoom yang dihadiri dari
seluruh masyarakat Indonesia yang mendaftarkannya.
"Impromptu" merupakan improvisasi yang berasal dari bahasa Perancis, Ewith Bahar berusaha melihat keadaan disekitar dan setiap elemen yang kita temui bakal di kuak, semua dapat dijadikan sebuah puisi. kemudian "Terzina" yang artinya tanpa aturan. akan tetapi Ewith Bahar membuat sautu pengembangan dari terzina yang asli, bahwa pengembangan ini memakai tata cara tertentu ada rima yang mengandung sesuatu yang memiliki isinya.
Ewith Bahar juga memiliki makna tersendiri dalam mengidentifikasikan sebuah puisi. “Menurut saya puisi adalah sebuah medium yang dapat digunakan seseorang untuk mengedukasi dan dapat di jadikan sebuah media kampanye, dan semua itu dapat di sampaikan dalam bentuk puisi.”ujarnya. karena istilah terzina sendiri sudah jarang masyarakat mengetahui hal tersebut. "dan disini yang saya jabarkan adalah terzina yang merupakan sebuah lahan puisi yang dapat memuat banyak hal dalam maknanya. jadi impromptu itu menandai kesukaan saya pribadi dalam membuat puisi, dan terzina merupakan genre puisinya".
Kesulitan Ewith Bahar selama membuat puisi "hambatan sebetulnya berasal dari ilham, sementara ilham datangnya dari kepekaan, jika orang sudah melatih kepekaannya, peka dengan apa yang dilihat dan apa yang dirasakan. Orang yang terlatih menulis puisi, kemampuan berempatinya bertambah, kemampuan mengapresiasinya bertambah, dan kemampuan menganalisanya terhadap suatu yang dilihat, didengar, dan dirasa itu dapat bertambah, tetapi memang tidaklah instan perlu diadakannya latihan."
Ewith
Bahar mengharapkan agar dapat memberikan semangat kepada masyarakat terutama
generasi millenial guna perlu adanya regenerasi penyair, yang dimana generasi
millenial menjadi sasaran utama. "Oleh sebab itu, hari puisi selalu rutin
diadakan apapun hambatannya seperti 2 tahun adanya Covid-19, hari puisi tetap berjalan untuk mengikuti lomba terus
berlimpah dan setiap tahun jumlahnya selalu bertambah" Ucap Ewith Bahar.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar