Senin, 13 November 2023

RESPON CUSTOMER PGC SAAT TIKTOKSHOP RESMI DI TUTUP


Situasi PGC, Setelah Tiktokshop Resmi Di Tutup – Foto: Julia Aninda Putri

 [Jakarta] PGC Kamis, 5 Oktober 2023 - Pusat Grosir Cililitan atau biasa disebut PGC. Pusat Grosir Celilitan adalah lokasi yang terkenal di kota, karena penjualan barang grosir dengan harga yang lebih murah. Mempunyai wilayah yang strategis dikarenakan PGC telah menjadi pusat perbelanjaan pertama yang tersambung dengan halte Transjakarta Cililitan. Makanya tempat ini sangat diminati oleh customer (pembeli) yang ingin mendapatkan barang dalam jumlah besar dengan harga yang terjangkau.

Di Pusat Grosir Celilitan, terdapat beragam jenis barang yang dijual seperti pakaian, aksesoris, peralatan rumah tangga, dan makanan. Para pedagang di pusat grosir ini biasanya membeli barang dalam jumlah besar dari pabrik atau distributor, kemudian menjualnya dengan harga yang lebih murah kepada pembeli.

Keberadaan Pusat Grosir Celilitan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat. Selain memungkinkan mereka mendapatkan barang dengan harga terjangkau, pusat grosir ini juga menciptakan lapangan kerja bagi pedagang dan karyawan di dalamnya.

Dengan segala kelebihan dan manfaatnya, Pusat Grosir Celilitan menjadi tujuan favorit bagi mereka yang ingin berbelanja hemat. Jika Anda ingin membeli barang dalam jumlah besar dengan harga terjangkau, Pusat Grosir Celilitan bisa menjadi pilihan yang tepat. Dalam kesempatan ini JAP berkeliling mencari customer (pembeli) yang sedang berbelanja di PGC. Kamis (5/10/2023), pukul 12.00 WIB.

Dalam kesempatan itu digunakan JAP untuk berdialog dengan customer (pembeli) terkait dengan “lebih enak berbelanja langsung atau berbelanja lewat tiktokshop”. Mulanya, JAP mengunjungi pembeli yang sedang jajan makan siang. Berdialog dengan pembeli sebentar. Kemudian dia berpindah ke selanjutnya yiatu pembeli baju dan kebutuhan rumah tangga.

Sembari melihat situasi PGC, JAP mulai mendatangi customer (pembeli) yang sedang membeli makanan, JAP bertanya "Nama nya siapa kak?"
"Nama saya Regina."

“Kaka dari mana nih?”

“Oh, saya dari rumah.”

“Rumahnya dimana tuh kak?”

“Rumah saya di Bekasi, Pondok Gede Jatiwaringin.”

“Kaka kalo disini ngapain aja tuh kak?”

“Saya suka belanja, belanja baju, sepatu. Saya juga sering jajan, disini saya lebih sering beli lawson karena didekat rumah saya gada lawson, lagi pula kerjaan saya di dekat sini juga di daerah kampung makasar.”

“kaka disini lebih berbelanja untuk kebutuhan pribadi atau dijual lagi?”

“kalo saya pribadi sih, buat pemakaian pribadi saja saya bukan penjual yang suka jual-jualin barang lagi, jadi ya pemakaian pribadi aja sih kak.”

“selain disini apa pernah belanja di tiktokshop?”

“kalo belanja online pernah, kadang juga harganya lebih murah dari pada beli langsung di toko, tapi kan resikonya kalo belanja online gabisa pegang langsung, lihat bahannya, ukurannya semuanya sesuai apa tidak semuanya pasti ada plus minus nya kak.”

“Kan tiktokshop resmi di tutup, nah respon kakak bagaimana sih?”

“Saya sebagai pembeli cukup kaget kadangkan kalo yang di tiktokshop harganya cukup lumayan miring jadi sempet kecewa. Miringnya juga bisa hampir 60-70% dari harga beli langsung.”

Selanjutnya JAP berpindah tempat ke arah pintu keluar PGC, menghampiri customer (pembeli) selanjutnya. Begitu juga saat JAP mengunjunginya, responnya sama dengan pembeli yang pertama di wawancarai yaitu kaget, kecewa.

"Nama nya siapa Bapak?"
"Nama saya Zaenal Arifin."

“Bapak dari mana ya?”

“Oh, saya dari Pondok Gede.”

“Bapak disini udah sering belanja apa engga?”

“Ini lagi kebetulan aja nganterin istri mau nyari peralatan rumah.”

“Terus bapak sering belanja di tiktokshop ga?”

“Kalo saya sebenernya lebih sering belanja di tiktokshop, karena lebih memudahkan saya.”

“Emang perbedaan belanja langsung sama tiktokshop beda jauh pak?”

“Jelas beda jauh karena kalo kita belanja langsung itu kita 1. Sudah menguras waktu, tenaga. Sedangkan saya yang sudah berkeluarga, saya kayaknya waktu itu sangat berguna.”

“Bagaimana perasaan bapak mengenai penutupan tiktokshop? Apaa bapak merasa kecewa atau terkejut dengan berita tersebut?”

“Kalau saya sebagai warga Negara yang baik, saya mengikuti peraturan pemerintah saja gimana baiknya mungkin ini sudah keputusan pemerintah yang baik jadi kita sebagai warga negara yang baik, kita mengikuti saja.”

“Apakah bapak tertarik untuk berbelanja di tiktokshop kembali, jika mereka membuka lagi di massa yang akan datang?”

“Ya kalau itu tergantung dananya, kalau dananya mencukupi dan ada yang ingin saya cari mungkin saya akan membeli disitu.” 

Secara garis besar, cutomer (pembeli) tersebut berpendapat bahwa berbelanja langsung di toko atau berbelanja lewat aplikasi tiktokshop, sama-sama mempunyai plus minus masing-masing. Lalu resminya tiktokshop di tutup mayoritas customer (pembeli) ngerasa kecewa, kaget, dan rugi karena tidak ada lagi barang yang harganya jauh lebih miring antara e-commerce lainnya. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Rohmani Pebisnis E-commerce

  Pencapaian Omset Puluhan Juta: Tantangan di Balik Bisnis Pakaian Dalam Online P latform E-commerce Rohmani Saat Sedang Live . Foto Julia A...