Sabtu, 21 Oktober 2023

Mencoba Kendaran Umum yang Lagi Hits Untuk Ngampus

 Moda transportasi Lintas Raya Terpadu (LRT) Jabodebek kini menjadi salah satu andalan warga Bekasi dan Jakarta untuk menunjang mobilitas harian, termasuk berangkat kerja, kuliah, Sekolah. 

Suasana Menunggu LRT Tiba. Lok: LRT Jatibening Baru (sumber: JAP)

Hal ini tampak dari pantauan JAP di Stasiun LRT Jatibening Baru sejak pukul 09.00 WIB, ketika satu per satu warga mulai berdatangan, menanti kereta LRT yang akan mengangkut mereka tiba.

Begitu masuk kereta, saya tertegun sejenak, "celingak-celinguk" berusaha mencari bangku mana yang sekiranya masih kosong. Hasilnya pun nihil. Ya, kereta LRT menuju Stasiun Dukuh Atas masih terbilang padat pada jam kerja. Situasi ini berbanding terbalik dengan situasi Stasiun LRT Dukuh Atas menuju Stasiun Jati Mulya Bekasi yang sepi. Karena tak menemukan bangku kosong, saya bersama beberapa penumpang lainnya pun pasrah berdiri dan menggantungkan satu tangan pada pegangan kereta di atas kepala kami. Meski sudah berpegangan erat, sesekali saya masih oleng kanan-kiri, depan-belakang, berusaha menyeimbangkan badan setiap kereta mengerem.

Kalau dilihat sekilas, penumpang LRT Jabodebek di jam kerja rupanya cukup beragam. Ada anak muda dengan tanda pengenal kepegawaiannya, ada pula orangtua hingga lansia yang duduk berjajar di bangku kereta. Sepanjang perjalanan, mata saya disuguhi pemandangan gedung-gedung, jalan tol, dan pantura ibukota yang bersanding dengan langit cerah.

Sesekali saya tak lupa melirik kursi mana yang sudah kosong. Nyatanya, kursi masih tetap penuh hingga 20 menit pertama perjalanan dari Stasiun Jatibening Baru. Barulah ketika pengeras suara mengumumkan stasiun tujuan berikutnya adalah Stasiun LRT Halim, sejumlah penumpang pun mulai beranjak dari tempat duduknya untuk bersiap turun. Akhirnya, saya mendapatkan bangku kosong untuk duduk sejenak. Meski sebagian besar penumpang tampak sudah turun di Stasiun LRT Halim, namun isi dalam kereta ternyata masih cukup penuh. Sampai tibalah kereta ini di stasiun tujuan LRT Cikoko. Saya pun turun di stasiun LRT Cikoko, kemudian dilanjut dengan stasiun KRL Cawang yang akan menuju ke Stasiun UI memakan waktu selama 35 menit dengan tarif Rp 3.500. Adapun perjalanan dari Stasiun LRT Jatibening Baru menuju Stasiun LRT Cikoko memakan waktu selama 15 menit dengan tarif Rp 5.000 untuk semua rute sampai akhir September ini. Total uang, waktu yang harus kita keluarkan dan tempuh sebesar 50 menit, Rp 8.500.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Rohmani Pebisnis E-commerce

  Pencapaian Omset Puluhan Juta: Tantangan di Balik Bisnis Pakaian Dalam Online P latform E-commerce Rohmani Saat Sedang Live . Foto Julia A...