Moda transportasi Lintas Raya Terpadu (LRT) Jabodebek kini menjadi salah satu andalan warga Bekasi dan Jakarta untuk menunjang mobilitas harian, termasuk berangkat kerja, kuliah, Sekolah.
Hal ini tampak dari pantauan JAP di Stasiun LRT Jatibening Baru sejak pukul 09.00 WIB, ketika satu per satu warga mulai berdatangan, menanti kereta LRT yang akan mengangkut mereka tiba.
Begitu masuk kereta, saya
tertegun sejenak, "celingak-celinguk" berusaha mencari bangku mana
yang sekiranya masih kosong. Hasilnya pun nihil. Ya, kereta LRT menuju Stasiun
Dukuh Atas masih terbilang padat pada jam kerja. Situasi ini berbanding terbalik
dengan situasi Stasiun LRT Dukuh Atas menuju Stasiun Jati Mulya Bekasi yang
sepi. Karena tak menemukan bangku kosong, saya bersama beberapa penumpang
lainnya pun pasrah berdiri dan menggantungkan satu tangan pada pegangan kereta
di atas kepala kami. Meski sudah berpegangan erat, sesekali saya masih oleng
kanan-kiri, depan-belakang, berusaha menyeimbangkan badan setiap kereta
mengerem.
Kalau dilihat sekilas,
penumpang LRT Jabodebek di jam kerja rupanya cukup beragam. Ada anak muda
dengan tanda pengenal kepegawaiannya, ada pula orangtua hingga lansia yang
duduk berjajar di bangku kereta. Sepanjang perjalanan, mata saya disuguhi
pemandangan gedung-gedung, jalan tol, dan pantura ibukota yang bersanding
dengan langit cerah.
Sesekali saya tak lupa
melirik kursi mana yang sudah kosong. Nyatanya, kursi masih tetap penuh hingga
20 menit pertama perjalanan dari Stasiun Jatibening Baru. Barulah ketika
pengeras suara mengumumkan stasiun tujuan berikutnya adalah Stasiun LRT Halim,
sejumlah penumpang pun mulai beranjak dari tempat duduknya untuk bersiap turun.
Akhirnya, saya mendapatkan bangku kosong untuk duduk sejenak. Meski sebagian
besar penumpang tampak sudah turun di Stasiun LRT Halim, namun isi dalam kereta
ternyata masih cukup penuh. Sampai tibalah kereta ini di stasiun tujuan LRT
Cikoko. Saya pun turun di stasiun LRT Cikoko, kemudian dilanjut dengan stasiun
KRL Cawang yang akan menuju ke Stasiun UI memakan waktu selama 35 menit dengan tarif Rp 3.500. Adapun perjalanan dari Stasiun LRT
Jatibening Baru menuju Stasiun LRT Cikoko memakan waktu selama 15 menit dengan
tarif Rp 5.000 untuk semua rute sampai akhir September ini. Total uang, waktu yang harus kita keluarkan dan tempuh sebesar 50 menit, Rp 8.500.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar