Senin, 13 November 2023

Antusias Pengunjung Meluap Di Festival Urban Farming Hari Terakhir

 

Hari ketiga Urban Farming di Balaikota. Foto JAP (1/11/23)


Festival Urban Farming 2023 hari terakhir, menjadi ajang sosialisasi pemanfaatan lahan di Jakarta, mendatangkan 4 petani milenial dari beberapa lokasi seperti Bandung, Bogor, Banten, dan DKI Jakarta. Tepat di hari Rabu, 1 November 2023 di Balaikota.


Festival Urban Farming 2023 bertajuk Ketahanan Pangan menjadi ajang edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat terutama anak muda milenial untuk memanfaatkan lahan yang ada di Ibu Kota, untuk pertanian sebagai solusi meningkatkan ketahanan pangan. 


Pada hari ketiga festival diisi dengan berbagai acara di antaranya bincang-bincang dengan petani milenial lintas provinsi, pelatihan atau bimbingan teknis (bimtek) olahan pepaya dan rosela, serta lomba membuat sampel (hampers) sayur segar, fotografi, tanaman hias sansiviera dan aglonema.


Antusian yang datang di hari terakhir ini sangat banyak lebih dari acara Urban Farming pada tahun 2022, yang datng mulai dari kalangan ibu-ibu, bapak-bapak, serta anak-anak muda milenial dari SMA, SMK, dan Kampus.


“Urban farming adalah pertanian perkotaan, kenapa bisa di katakan seperti itu karena kita memahami jakarta keterbatasan lahan. Sehingga kita hanya bisa memanfaatkan lahan berbasis ruang saja.” Ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta Suharini Eliawati


Menurut Suharini, Festival Urban Farming bertujuan menyosialisasikan masyarakat milenilial  kalangan muda tentang pentingnya memanfaatkan lahan di sekitar rumah untuk bercocok tanam mulai dari sayuran seperti sawi, kangkung, cesin dan buah-buahan lainnya.


Hari ketiga Urban Farming di Balaikota. Foto JAP (1/11/23)


“Kita mempunyai 7 ruang yang di manfaatkan yaitu pertama lahan rumah-rumah rusun, aset-aset pemda, rooftop, vertikal garden, ada juga yang modelan seperti konvensional atau dengan teknologi/ smart farming.” Ujar Suharini


Jadi tidak ada alasan untuk tidak bercocok tanam, karena semua sudah gampang mencari alat bahan yang sangat canggih.


“Kita mengadakan petani milenial. kalo kita lihat dari data, petani petani sekarang sudah berumur lebih dari 50 tahun ke atas, kemudian bagai mana caranya kita mengajak anak-anak muda agar mau menjadi penerus bangsa untuk pangan sehari-hari. dengan adanya petani milenial kita mengadakan kompetensi pengajaran cara berpetani dan akan di test, kita bekerja sama langsung oleh jepang kemudian anak muda milenial yang terpilih bisa langsung di kirim ke jepang. Itu salah satu agar anak muda semangat.” Ujar Suharini


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Rohmani Pebisnis E-commerce

  Pencapaian Omset Puluhan Juta: Tantangan di Balik Bisnis Pakaian Dalam Online P latform E-commerce Rohmani Saat Sedang Live . Foto Julia A...