JAKARTA, 26/11/21 – Hari Puisi ditetapkan di Hari Kelahiran Khairil Anwar pada tanggal 26 Juli, bahwasanya setiap perayaan yang membawa semangat dan gairah untuk hidup adalah hari kelahiran, bukan hari kematian. Hal ini bertujuan sebagai implementasi semangat sumpah pemuda yang lahir dari sebuah puisi. Hal ini dijelaskan oleh Prof. Dr. Maman S.Mahayana selaku Ketua Yayasan Hari Puisi di acara "Perayaan Hari Puisi Indonesia 2021" di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta pusat (26/11/21).
Setiap tahunnya Yayasan Hari Puisi Indonesia (YHPI) menyelenggarakan hari puisi agar puisi semakin banyak kalangan orang tau. YHPI menyelanggarakan lomba puisi dan akan memberikan apresiasi berupa uang minimal 100 juta untuk mengapresiasi buku puisi terbaik di hari puisi Indonesia, yang dimana 5 buku terbaik akan mendapatkan 10 juta rupiah kepada masing-masing peserta dan 50 juta rupiah untuk buku Puisi yang terbaik.
"Jika dihitung sejak mulainya sayembara itu sudah lebih dari 1000 buku puisi, ini merupakan suatu prestasi, karena tidak ada negara lain yang memiliki karya puisi yang berlimpah. Puisi dapat meredam ujaran kebencian , karena didalam puisi yang baik tidak akan ada sebuah hujatan maupun caci maki. Puisi juga mengajarkan etika sopan dan santun". Ujar Maman S. Mahayana.
Maman S. Mahayana memberi nasihat bahwa
negara sangat perlu ikut campur (mengkontibusi) dalam merayakan hari Puisi
Indonesia, agar generasi muda millenial dapat terbiasa memelihara rasa
kemanusiaan, rasa toleransi terhadap perbedaan, dan peduli terhadap lingkungan.
.jpeg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar